PASCA SERANGAN DRONE MAKKAH LAYANAN UMRAH TETAP BERJALAN NORMAL
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) terus memperketat pemantauan terhadap situasi keamanan di Arab Saudi menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah serangan drone dan misil terjadi di beberapa wilayah Saudi sehingga langkah pengamanan turut ditingkatkan, termasuk di Makkah dan Jeddah.
Drone Berhasil Dicegat di Selatan Makkah
Salah satu kejadian yang mendapat perhatian terjadi pada 15 September 2026, ketika sistem pertahanan udara Arab Saudi dilaporkan berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah drone di sebelah selatan Makkah sebelum memasuki wilayah udara yang dilarang.
Pihak Arab Saudi menyebut drone tersebut berasal dari kelompok Houthi yang berbasis di Yaman. Laporan dari sejumlah media internasional juga menyebutkan bahwa drone berhasil dihentikan sebelum mencapai kawasan Makkah.
Dalam pemetaan situasi keamanan Kemenhaj, Makkah berada dalam status waspada setelah adanya insiden pencegatan drone di wilayah selatan kota. Sementara itu, Jeddah juga masuk kategori waspada karena sebelumnya sempat mendapatkan peringatan keamanan.
Infrastruktur Energi Saudi Turut Menjadi Sasaran
Dampak eskalasi keamanan tidak hanya dirasakan di kawasan perkotaan. Sejumlah infrastruktur strategis, termasuk fasilitas energi Arab Saudi, juga dilaporkan terdampak serangan.
Pada 11 September 2026, serangan drone dilaporkan mengenai East-West Pipeline, jalur minyak strategis yang menghubungkan wilayah produksi minyak di bagian timur Arab Saudi dengan Yanbu di kawasan Laut Merah. Pemerintah Saudi menyatakan serangan tersebut diluncurkan dari wilayah Irak.
Berdasarkan pemetaan Kemenhaj, Madinah berada dalam status waspada dengan catatan adanya dampak terhadap jalur pipa. Sementara itu, Riyadh dan wilayah timur Arab Saudi berstatus siaga menyusul dampak terhadap fasilitas energi serta meningkatnya aktivitas militer.
Penerbangan, Hotel, dan Transportasi Jemaah Tetap Berjalan
Meski kewaspadaan keamanan meningkat, Kemenhaj menyatakan bahwa operasional layanan haji dan umrah sejauh ini belum mengalami gangguan yang signifikan.
Penerbangan masih berlangsung secara normal dengan penerapan pemeriksaan keamanan yang lebih ketat. Hotel di Makkah, Madinah, dan Jeddah juga tetap beroperasi seperti biasa.
Transportasi jemaah, termasuk bus dan kereta, masih melayani perjalanan dengan tambahan pengamanan. Jemaah Indonesia juga dilaporkan dalam kondisi aman dan terus mendapatkan pemantauan dari Kemenhaj RI bersama KBRI.
Dalam situasi darurat, Kemenhaj menyediakan sejumlah saluran bantuan yang dapat dihubungi jemaah, yaitu 19988, 0811-8885-888, dan 188#.
Informasi Artikel
- KategoriUmrah, Haji
- Ditulis OlehGhalib Adhika Wiratama
- Dibuat Pada17 September 2026